don't let go


widgets

Rabu, 04 Juni 2014

Gravity


Resensi Film GRAVITY
  • Judul Resensi                                     : Bertahan hidup di luar angkasa
  • Judul                                                    : Gravity
  • Penulis                                                 : Alfonso Cuarón, Jonás Cuarón
  • Sutradara                                             : Alfonso Cuarón
  • Penerbit                                               : Warner Bros Picture 
  • Tanggal dan Tahun Terbit               : 4 Oktober 2013
  • Durasi                                                 : 90 menit
  • Katagori                                              : Pertualangan, Fiksi Ilmiah
  • Pemeran                                              : Sandra Bullock, George Clooney



  

·         Pendahuluan

Film karya Alfonso Cuarón berjudul Gravity yang mendapat penghargaan di Venice Film Festival 2013, film ini memenangkan Future Film Festival Digital Award. Alfonso Cuarón lahir pada 28 November 1961 merupakan seorang sutradara, penulis naskah, dan editor dari Meksiko. Salah satu film terkenal yang disutradarai oleh Alfonso adalah Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, beliau mendapatkan sutradara terbaik berkat film tersebut oleh Saturn Award pada tahun 2004.

Gravity adalah film luar angkasa yang mengisahkan tentang astronot yang berjuang bertahan hidup diluar angkasa setelah selamat dari bencana wahana antariksa. Alfonso sebagai penulis serta sutradara sangat mengetahui bagaimana perasaan seseorang ketika berada diluar angkasa, dan mengilustrasikannya kepada pemeran utama.

·         Isi
Kisah dalam “Gravity” diawali dengan ekspedisi misi pertama diluar angkasa oleh insiyur biomedis Dr. Ryan Stone ditemani dengan astronot veteren Matt kowalski yang memimpin eskpedisi terakhirnya. Saat  stone beserta rekannya termasuk kowalski sedang memeriksa komponen satelit, pengatur misi di houston memperingati mereka bahwa serpihan hasil uji anti – satelit Rusia beterbangan menabrak satelit – satelit lain kemudian menjadi serpihan – serpihan baru , sehingga menciptakan kehancuran berantai. Serpihan – serpihan tersebut melaju berkecepatan peluru dan menabrak satelit yang diperiksa oleh stone dan kowalski, setelah terjadi tabrakan tersebut stone tersangkut oleh serpihan satelitnya yang sudah terlepas dari satelit dan terlempar menjauhi satelit, kemudian kowalski menyelamatkan stone dengan ransel pendorong yang terpasang di baju astronotnya. Mereka kembali ke explorer untuk melihat kerusakan yang terjadi dengan keadaan mereka berdua saling terikat, kerusakan yang terjadi sangat parah dan seluruh awak di di kargo explorer tewas. Mereka memutuskan memakai ransel pendorong ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang letaknya dekat di orbit. Kowalski pun memperkirakan mereka punya waktu 90 menit sebelum badai puing – puing satelit berhasil mencapat orbitnya dan menghantam mereka kembali.


Dalam perjalanan ke ISS, kedua astronot membicarakan kehidupan Stone di Bumi. Saat mereka mendekati ISS, mereka kehilangan kendali akibat kehabisan gas pendorong, mereka pun menabrak ISS dan sebuah panel surya memutus tali yang mengikat mereka berdua. Pada saat-saat terakhir, kaki Stone terbelit tali parasut yang terhubung dengan Soyuz dan ia mampu memegang tali penghubung baju Kowalski. Berat Kowalski memperkencang tali parasut yang membelit kaki Stone. Menyadari bahwa tali yang membelit kaki stone sudah tidak memungkinkan menahan mereka berdua, Kowalski mengorbankan dirinya supaya Stone bisa selamat. Ketika Kowalski terbang jauh, ia memberitahu Stone melalui radio bahwa kerusakan Soyuz membuatnya tidak mungkin turun ke Bumi dengan selamat, ia bisa menggunakannya untuk terbang ke stasiun china yang memiliki modul yang hampir sama yang  bisa diterbangkan ke Bumi.

Ketika Stone berusaha memisahkan Soyuz dari stasiun, ia menyadari kabel parasutnya masih terikat dengan ISS. Ia berjalan ke luar untuk membebaskan kapsulnya dan berhasil tepat sebelum badai serpihan kembali dan menghancurkan stasiun luar angkasa. Stone meluruskan jalur terbangnya ke Tiangong dan melihat bahwa tangki bahan bakarnya kosong. Karena merasa terjebak, Stone menyerah. Alih-alih menunggu keracunan karbon dioksida, ia berusaha bunuh diri secara perlahan dengan melakukan dekompresi kabin supaya mengalami hipoksia tanpa perlu kesakitan. Saat ia mulai kehilangan kesadaran akibat menipisnya oksigen, Stone melihat Kowalski di luar kapsul. Kowalski memasuki kapsul dan memberitahunya untuk memakai roket pendaratan kapsul untuk bergerak ke Tiangong. Ia lalu menghilang layaknya halusinasi. Stone mengembalikan level oksigennya dan mengikuti sarannya untuk terbang ke stasiun luar angkasa Cina.

Menyadari akan meleset beberapa meter dari stasiun, Stone pun membuka palka Soyuz ketika kapsulnya masih bertekanan dan ia terlempar jauh. Ia terbang ke Tiangong menggunakan tabung pemadam api sebagai pendorong alternatifnya, kemudian masuk kapsul Shenzhou ketika Tiangong mulai terbakar di lapisan atmosfer teratas karena tergeser dari orbit stabilnya akibat badai serpihan satelit. Ketika ia turun ke Bumi, Stone menangkap suara Mission Control melalui radio. Mereka melacak kapsulnya dan mengirimkan tim penyeamat.

Shenzhou jatuh di sebuah danau di wilayah tak berpenghuni. Saat kapsulnya tenggelam, Stone harus melepaskan baju astronotnya dan berenang ke tepian. Sisa-sisa Tiangong dan serpihan satelit lainnya tampak terbakar di atmosfer. Stone mencapai tepi danau dan berjalan tertatih-tatih sambil menyesuaikan diri dengan gravitasi Bumi.

·         Kekurangan & kelebihan
Kekurangan
1.      Kurangnya latar belakang dari tokoh “Ryan Stone” pada saat ia masih berada di bumi.
2.      Film ini menampilkan sedikit sekali karakter, yang mana selama kurang lebih 90 menit kita akan diberikan sudut pandang pada Ryan Stone (Sandra Bullock) sedangkan Matt Kowalski (George Clooney) hanya muncul sebentar.


Kelebihan
1.      Keseluruhan film menampilkan kehidupan diluar angkasa yang terlihat begitu nyata, memberikan pengalaman berada di ruang hampa yang mengerikan sekaligus menakjubkan.
2.      Memberikan sudut pandang yang terlihat sangat nyata seperti pada saat “stone” terlempar sendirian di luar angkasa, memperlihatkan sudut pandang stone berputar – putar tanpa arah.
3.      Dengan menggunakan teknologi yang sangat canggih, film ini memperlihatkan efek visual dan audio yang sangat memukau setiap penonton yang melihat.
4.       Ekpresi yang diperlihatkan “stone” saat berada di langit hampa sangat terlihat nyata, ketakutan dan kengerian yang ia rasakan tersampaikan ke penonton.

Penutup
Secara keseluruhan, film drama luar angkasa ini memberikan pengalaman yang mengerikan sekaligus menakjubkan ke penonton, dengan efek visual yang memukau mampu menghipnotis setiap pasang mata yang melihat, dengan latar belakang langit hampa tanpa adanya suara memberikan efek nyata di setiap detiknya. Film yang tidak akan bosan walaupun ditonton berulang kali.

10 komentar:

  1. sepertinya kapan2 boleh ditonton nih,, penasaran juga,,, kyknya seru,,,

    BalasHapus
  2. wes ini film yang borong oscar kemaren dari segi efek visual nya

    BalasHapus
  3. resensinya bagus jd pgen nonton filmnya :D

    BalasHapus
  4. Blognya keren :)
    keren kyaknya filmnya...

    BalasHapus
  5. aduh kalendernya unyu, gafous aku baca resensinya rid :V

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. kayaknya bagus deh, apalagi ceritanya diluar angkasa :D

    BalasHapus
  8. Semangat sore!
    Sudaha cukup lengkap, hanya di bagian isi tolong sedikit lebih ringkas.

    BalasHapus