Resensi
Film GRAVITY
- Judul Resensi : Bertahan hidup di luar angkasa
- Judul : Gravity
- Penulis : Alfonso Cuarón, Jonás Cuarón
- Sutradara : Alfonso Cuarón
- Penerbit : Warner Bros Picture
- Tanggal dan Tahun Terbit : 4 Oktober 2013
- Durasi : 90 menit
- Katagori : Pertualangan, Fiksi Ilmiah
- Pemeran : Sandra Bullock, George Clooney
·
Pendahuluan
Film karya Alfonso Cuarón
berjudul Gravity yang mendapat penghargaan di Venice Film Festival 2013, film ini memenangkan Future Film
Festival Digital Award. Alfonso Cuarón lahir pada 28 November 1961 merupakan
seorang sutradara, penulis naskah, dan editor dari Meksiko. Salah satu film
terkenal yang disutradarai oleh Alfonso adalah Harry Potter and the
Prisoner of Azkaban, beliau mendapatkan sutradara terbaik berkat film
tersebut oleh Saturn Award pada tahun 2004.
Gravity adalah film luar angkasa yang mengisahkan tentang
astronot yang berjuang bertahan hidup diluar angkasa setelah selamat dari
bencana wahana antariksa. Alfonso sebagai penulis serta sutradara sangat
mengetahui bagaimana perasaan seseorang ketika berada diluar angkasa, dan
mengilustrasikannya kepada pemeran utama.
·
Isi
Kisah dalam “Gravity” diawali dengan ekspedisi misi pertama
diluar angkasa oleh insiyur biomedis Dr. Ryan Stone ditemani dengan astronot
veteren Matt kowalski yang memimpin eskpedisi terakhirnya. Saat stone beserta rekannya termasuk kowalski
sedang memeriksa komponen satelit, pengatur misi di houston memperingati mereka bahwa serpihan
hasil uji anti – satelit Rusia beterbangan menabrak satelit – satelit lain
kemudian menjadi serpihan – serpihan baru , sehingga menciptakan kehancuran
berantai. Serpihan – serpihan tersebut melaju berkecepatan peluru dan menabrak
satelit yang diperiksa oleh stone dan kowalski, setelah terjadi tabrakan
tersebut stone tersangkut oleh serpihan satelitnya yang sudah terlepas dari
satelit dan terlempar menjauhi satelit, kemudian kowalski menyelamatkan stone
dengan ransel pendorong yang terpasang di baju astronotnya. Mereka kembali ke
explorer untuk melihat kerusakan yang terjadi dengan keadaan mereka berdua
saling terikat, kerusakan yang terjadi sangat parah dan seluruh awak di di
kargo explorer tewas. Mereka memutuskan memakai ransel pendorong ke Stasiun
Luar Angkasa Internasional (ISS) yang letaknya dekat di orbit. Kowalski pun memperkirakan
mereka punya waktu 90 menit sebelum badai puing – puing satelit berhasil mencapat orbitnya dan menghantam
mereka kembali.
